|

Daerah Priangan Bandung
Kota
Bandung selain dikenal sebagai kota Konferensi Asia Afrika yang
menghasilkan Dasa Sila Bandung juga merupakan kota pendidikan dan kota
para seniman karena banyak seniman yang lahir, berkarya atau menetap di
Bandung. Di Kotamadya Bandung terdapat banyak obyek wisata yang menarik
seperti Gedung Sate, Gedung Merdeka, Kampus Institut Teknologi Bandung,
Gedung ‘Isola’ Bumi Siliwangi, Gedung Papak (Balai Kota), Gedung
Pakuan, Museum Geologi, Museum Nagri Jawa Barat, Museum Pos/Filateli,
Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), Mesjid Agung Bandung, Gereja
Kathedral, Taman Hutan Raya Ir. Djuanda dengan gua-gua peninggalan
Jepangnya, Saung Angklung Ujo Ngalagena, industri sepatu Cibaduyut,
Jeans-Cihampelas, Curug Dago dan lainnya lagi. Kota Bandung terkenal
dengan peuyeum-nya dan oncom sebagai makanan khas.
Obyek wisata
alam yang banyak terletak di sekitar Bandung adalah Maribaya, Lembang,
Curug Panganten-Cisarua, Waduk Saguling, pemandian air panas
Ciater-Subang, Kawah Tangkuban Perahu, Kawah Papandayan, Perkebunan Teh
Malabar dan Situ Cileunca di Pangalengan, Perkebunan Teh Rancabali dan
Situ Patenggang di Ciwidey. Kedua kawasan perkebunan teh ini sangat
sejuk dan asri.
KOTA
BANDUNG
Kota
Bandung terletak antara
107o36’ Bujur Timur dan 6o55’ Lintang Selatan, di atas 768 meter dari
permukaan laut. Jarak tempuh dari Jakarta sekitar 180 km dapat dicapai
dengan pesawat terbang selama 25 menit atau dengan kereta api atau
dengan bus selama 3-4 jam. Luas wilayah kota 8098 hektar
yang terdiri
atas 91 kelurahan dan 16 kecamatan. Temperatur rata-rata 23o-24o C,
dengan kelembaban udara 70% dan curah hujan rata-rata 1.814 mm/tahun.
Kata “Bandung” sudah lama dikenal orang sebelum Kota Bandung itu
sendiri berdiri. Kata “Bandung” itu diambil dari bahasa
Sunda yang
artinya “bendungan” (dam) yang dikelilingi oleh pegunungan. Lama
kelamaan bendungan itu menjadi kering sama sekali dan menjadi sebuah
kotayang sekarang ini disebut Bandung.
Kota
Bandung
kemudian menjadi sangat terkenal karena pada tanggal 24 Maret 1946 kota
ini menjadi lautan api dalam perang perjuangan rakyat melawan penjajah
pada bulan April 1955 menjadi tempat diselenggarakannya Konfrensi Asia
Afrika yang diikuti oleh 29 negara Asia dan Afrika.
OBYEK
DAN DAYA TARIK WISATA
Gedung-gedung
Kuno
Selain
gedung Merdeka dan gedung Bumi Siliwangi, Hotel Peanger dan Hotel Savoy
Homan merupakan bangunan-bangunan tu yang sangat artistik. Kedua hotel
ini berada di jalan Asia Afrika, tidak jauh dari gedung Merdeka. Gedung
kuno yang sangat artistik lainnya adalah Gedung Sate, tempat Gunernur
Jawa Barat berkantor. Gedung ini terletak di Jalan Diponegoro.
Museum
Geologi
Museum
Geologi letaknya di Jalan Diponegoro, tidak jauh dari Gedung Sate. Dari
sini dapat diperoleh berbagai informasi yang berhubungan dengan masalah
kegeologian. Di antara benda-benda yang menjadi koleksinya adalah fosil
tengkorak manusia pertama di dunia , fosil-fosil kerangka binatang
pra-sejarah, batu bintang seberat 156 kg yang jatuh pada 30 Maret 1884
di Jatipelangon, Madiun.
Museum Mandala Wangsit Siliwangi
Adalah
sejarahmuseum perjuangan Masyarakat Jawa Barat, khususnya TNI Angkatan
Darat Kodam Siliwangi. Di museum ini tersimpan berbagai benda yang
digunakan dalam perjuangan masa lalu oleh pemuda Jawa Barat menetang
berbagai macam bentuk penjajahan dan peristiwa lainnya dalam
mempertahankan keutuhan Republik Indonesia. Terletak di jalan Lembang,
berseberangan dengan Hotel Panhegar dan Kantor Telepon yang mudah
dicapai dengan angkutan kota jurusan Ledeng-Kebun Kelapa dan Dago-Kebun
Kalapa.
Institut Teknologi Bandung
Letaknya
bersebelahan dengan Kebun Binatang. Perguruan Tinggi Ini merupakan
perguruan tinggi tertua di Indonesia. ITB menjadi sangat terkenal
karena banyak sekali alumninya yang menduduki posisi-posisi tinggi
dalam pemerintahan, diantaranya Soekarno, porklamator dan presiden
pertama Indonesia. Yang juga menarik dari perguruan tinggi ini adalah
berntuk bangunannya yang khas.
Gedung
Merdeka
Gedung yang
terletak di jalan Asia Afrika ini didirikan oleh seorang arsitek
Belanda yang bernama Van Galenlast dan C.O. Wolf Shoomaker. Gedung ini
menjadi sangat terkenal sejak diadakannya Konfrensi Asia Afrika tahun
1955, kemudian Konfrensi Mahasiswa Asia Afrika tahun 1956 dan Konfrensi
Islam Asia Afrika yang menyimpan naskah-naskah dan
peniggalan-peniggalan Asia Afrika yang terkenal. Gedung ini dibuka
untuk umum setiap harikerja dan mudah dicapai dengan menggunakan bus
kota jurusan Cicaheum-Cibeureum.
Gedung Bumi
Siliwangi
Gedung
ini
di bangun oleh milyuner Indo keturunan Italia bernama D.W. Berrety,
salah seorang pendiri Kantor Berita Antara. Karena letaknya yang sangat
strategis, dari gedung ini kita dapat melihat keindahan kota Bandung.
Sekarang gedung ini dipakai sebagai pusat kegiatan IKIP Bandung. Untuk
mencapai gedung yang terletak di Jalan Setiabudhi ini dapat digunakan
angkutan kota jurusan Cicaheum-Ledeng atau Kebun Kelapa-Ledeng.
Museum
Nagri Jawa Barat
Adalah
museum yang menyimpan benda-benda yang menggamberkan kebsaran
masyarakat Jawa Barat , baik fisik, ekonomi, teknologi, pendidkan,
agama dan hasil seni. Terletak di Jalan Oto Iskandardinata.
Padepokan
Seni
Gedung ini
terletak di Jalan Lingkar Selatan, sebelah Selatan kota Bandung. Gedung
ini mempunyai bentuk bangunan khas Jawa Barat ini merupakan tempat
digelarnya berbagai jenis kesenian.
Saung
Angklung Padasuka
Merupakan
tempat pergelaran kesenian Jawa Barat seperti : Angklung, Wayang Golek,
dan sebagainya, yang dapat dilihat setiap saat, pagi dan sore. Saung
Angklung Padasuka-Ujo Ngalegana mempunyai lingkungan dan bangunan khas
Jawa Barat.
KABUPATEN
BANDUNG
Kabupaten
Bandung terletak pada 107o22’-108o5’ Bujur Timur dan 6o41’-7o19’
Lintang selatan. Di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten
Purwakarta dan Kabupaten Subang, sebelah Timur dengan Kabupaten
Sumedang dan Kabupaten Garut, di Selatan berbatsan dengan wilayah
Kabupaten Garut dan Kabupaten Cianjur dan di sebelah Barat dengan
Wilayah Kabupaten Cianjur. Beriklim
tropis dan curah hujan rata-rata setiap tahun antara 1.800 mm di daerah
selatan Kota Bandung dan 2.500 mm di utara Kota Bandung. Suhu rata-rata
berkisar antara 22o-23,5o C.
OBYEK
DAN DAYA TARIK WISATA
Alam di
daerah Kabupaten bandung memang menjanjikan objek pariwisata yang
jelita. Betapa tidak, mulai dari Gunung Tangkuban Perahu di sebelah
utara sampai Situ Panenggang di sebelah selatan. Kemudian Waduk
Saguling di sebelah barat air terjun Sindulang di sebelah timur.
Obyek-obyek wisata tersebut dapat dengan mudah dijangkau oleh kendaraan
bermotor.
Bagi
wisatawan yang ingin santai, tak perlu repot membawa bekal makanan dari
rumah. Di sepanjang jalan bertebaran rumah makan, mulai dari warung
kecil sampai restoran yang menyajikan berbagai macam masakan.
Selai obyek
wisata alam, Kabupaten Bandung kaya pula akan berbagai jenis kesenian,
tidak kalah dengan daerah lain di Jawa Barat. Kesenian Sunda buhun
maupun kreasi baru, bertebaran di kota-kota kecamatan, bahkan sampai ke
pelosok-pelosok desa.
Lembang
Kota
kecamatan dengan panorama indah, di Lembang terdapat Grand Hotel, salah
satu hotel yang dibangun sekitar tahun 30-an sampai kini masih cukup
memadai bagi kepentingan wisatawan. Dari Lembang dengan mudah dapat
dicapai obyek wisata Curug Cimahi (Curug Cisarua), Maribaya, Tangkuban
Perahu dan Ciater (Kabupaten Subang).
Maribaya
Jaraknya
dari Kota Bandung sekitar 21 km ke arah utara, atau 5 km dari Lembang
ke arah timur. Tempat rekreasi dengan pemandangan indah dan berhawa
sejuk ini, selain memiliki sumber air panas mengandung mineral, juga
terdapat air terjun Ciomas setinggi 25 meter. Bagi yang senang
berpetualang, dari Maribaya dapat menerobos bukit-bukit yang rimbun
dengan pohon pinus dan kina, berjaln kaki ke Taman Hutan Raya Ir. H.
Juanda atau ke daerah Arcamanik.
Kawah
Tangkuban Perahu
Jarak dari
kota Bandung ke obyek wisata Tangkuban Perahu sekitar 29 km ke arah
utara, atau 13 km dari Lembang menuju arah Kabupaten Subang.
Di Kawasan
gunung Tangkuban Perahu ini terdapat 10 kawah, antara lain Kawah Ratu,
Upas, Kawah Baru, Kawah Domas dan Kawah Jurig. Kawah-kawah ini terjadi
karena letusan Gunung Tangkuban Perahu pada tahun-tahun 1829,1864,1887,
1910,1926, dan 1929.
Waduk
Saguling
Lagenda
Sangkuriang yang menghiaskan kegagalan Sangkuriang menciptakan “danau”
dalam waktu semalam suntuk, seolah dibangkitkan lagi dalam ingatan
masyarakat Sunda ketika pada 15 februari 1985 pintu terowongan pengelak
bendung Saguling ditutup, dan air mulai mengairi kawasan seluas 5.832
h. Ini merupakan awal berfungsinya waduk Saguling untuk pembangkit
tenaga listrik dan juga dimanfaatkan untuk keperluan irigrasi.
Kawah
Papandayan
Terletak
di
perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, 74 km sebelah selatan
Kota Bandung atau 34 km dari Pangalengan. Dapat dicapai dengan
kendaraan sejenis itu dalam waktu 2 jam, dengan rute
Bandung-Pandalengan-Malabar-Papandayan.
Kawah
Kamojang
Kawah ini
juga termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Bandung dan
sebagian lagi dalam wilayah Kabupaten Garut. Terletak di Kecamatan
Pangkalan, 37 km dari Kota Bandung ke arah selatan. Dapat dicapai
dengan kendaraan bermotor sampai di Paseh, dari sisni perjalanan
dilanjutkan dengan perjalanan kaki atau dengan jip sampai ke Pangkalan.
Jadi perjalanan yang membutuhkan waktu sekitar 1,5 –2 jam itu, menempuh
rute Bandung-Majalaya-Pangkalan; atau bisa pula lewat Bandung-Samarang
(Kabupaten Garut)-Kamojang. Kawah Kamojang merupakan kumpulan 20 kawah,
antara lain Kawah Munding, Kawah Manuk, dan Kawah Kereta Api. Sekarang
kawah-kawah ini dimanfaatkan sebagai pusat energi panas bumi/gas alam
untuk pembangkit tenaga listrik (geothermal).
Situ
Patenggang
Terletak di
perkebunan teh Rancabali, Kecamatan Ciwedey, 47 km sebelah selatan Kota
Bandung. Kawasan ini merupakan tempat wisata yang sejuk. Di sekitar
danau, di lingkunan perkebunan the, terdapat lahan perkemahan yang
banyak mendapat kunjungan para remaja, terutama pada hari-hari libur
sekolah. Tidak jauh dari Situ Patenggang terdapat pemandian air panas
Cimanggu.
Taman
Hutan Raya Ir. H. Juanda
Dahuku
dukenal dengan nama Dago Pakar, terletak 8 km dari pusat kota ke arah
utara. Dapat dicapai dengan kendaraan umum dari terminal bis Cicaheum
atau Kebun Kelapa dengan rute ke Dago. Dari sini ke lokasi Taman Hutan
Raya ditempuh dengan perjalanan kaki sejauh 2 km, karena tidak ada
kendaraan umum. Bila dengan kendaraan pribadi, anda bisa langsung ke
lokasi. Secara keseluruhan luas kawasan Taman Hutan Raya ini kira-kira
590 h, terletak di daerah Aliran Sungai Cikapundung di Curug Dago.
Berdiri pada
ketinggian 770-1.330 meter di atas permukaan laut, dengan tofografi
kawasannya miring, agak curam sampai curam sekali. Temperatur bagian
lembah berkisar antara 22o-24o C, dengan curah hujan rata-rata 2.226 mm
setiap tahun
Tumbuh-tumbuhan
yang memenuhi Hutan Raya jaga terdapat gua-gua buatan
peninggalan Belanda dan Jepang. Semula gua-gua tersebut merupakan
terowongan air untuk Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok, tetapi
kemudian berubah fungsi menjadi pusat komunikasi radio Belanda. Dan
pada zaman Jepang dimanfaatkan sebagai gudang mesiu. Kini sudah kosong,
dan para pengunjung dapat masuk ke dalam gua dengan aman, karena sudah
dilengkapi dengan fasilitas penerangan/listrik.
Jalan
setapak menghubungi hampir seluruh tempat yang ada dalam kawasan Taman
Hutan Raya. Bahkan bagi penggemar jalan lintas alam, dapat memanfaatkan
jalan setapak ini menuju ke daerah Curug Dago yang terpisah sekitar 3
km dari kawasan ini, malah bisa terus ke daerah Lembang.
Di sebelah
timur Hutan Raya, terdapat kolam yang cukup luas dan berada di bawah
pengelolaan Perusahaan Listrik Negara. Kolam ini bisa dimanfaatkan
untuk hobi memancing.
Taman Budaya
Terletak di
atas bukit Dago, dapat dicapai oleh semua jenis kendaraan dalam waktu
20 menit dari stasiun bis Cicaheum atau 25 menit dari stasiun bis Kebon
Kelapa (Abdul Muis). Taman Budaya terkenal karena kesejukan hawanya,
dari sini dapat menikmati pemandangan indah dataran Bandung di waktu
malam pada waktu udara cerah.
<< Kembali
|
|