Dalam upaya untuk memperkenalkan potensi Jawa Barat kepada seluruh masyarakat Indonesia dan mancanegara, Pemerintah Propinsi Jawa Barat membangun Anjungan Jawa Barat di Taman Mini "Indonesia Indah" sebagai pusat pengenalan, pelestarian, pengembangan, pelayanan informasi pariwisata dan seni budaya Jawa barat.
Memasuki halaman Anjungan Jawa Barat kita akan melihat sebuah Eye Catcher yang menampilkan lambang Pemerintah Propinsi Jawa Barat, Prasasti Anjungan Jawa Barat, 2 buah kujang yang merupakan senjata tradisional khas Jawa Barat dan Gapura Jawa barat yang merupakan pintu masuk ke Anjungan Jawa barat
Anjungan Daerah Jawa Barat di Taman Mini "Indonesia Indah" diresmikan pada tanggal 17 April 1975 oleh Gubernur Jawa Barat H. Aang Kunaefi bentuk bangunan mengambil bentuk Keraton Kasepuhan Cirebon. Pemilihan bentuk bangunan tersebut dilatar belakangi sejarah bahwa Cirebon merupakan pusat pengembangan Agama Islam yang pertama di Jawa Barat.
Sesuai dengan bangunan aslinya yang disebut Keraton Pangkuwati bangunan induk Anjungan ini terbagi atas beberapa ruangan, yaitu :
1. Jinem Pangrawit, merupakan pos tempat para pengawal berkumpul. Fungsi di Anjungan Jawa Barat sebagai tempat peragaan pembuatan kerajinan, pementasan kesenian musik Degung dan Kecapi Suling serta latihan tari.
2. Bangsal Pringgondani, merupakan tempat pertemuan Sultan dengan para bawahannya. Fungsi di Anjungan sebagai tempat pameran berbagai hasil kerajinan, Foto - foto objek dan daya tarik wisata Jawa Barat serta meja informasi.
3. Bangsal Prabayaksa, merupakan ruang pertemuan Sultan dengan tamu - tamu khusus. Fungsi di Anjungan dipergunakan sebagai tempat pameran kerajinan jawa barat, model pakaian Jawa barat serta perangkat alat musik tradisional jawa barat
4. Bangsal Panembahan, merupakan ruang kerja Sultan dan ruang istirahat di siang hari. Di Anjungan ruangan ini divisualisasikan sesuai dengan aslinya di Cirebon.
Selain bangunan induk, masih ada beberapa bangunan lainnya yaitu:
5. Ajeng, digunakan sebagai tempat penyajian kesenian untuk menyambut tamu - tamu penting. Fungsi di Anjungan sebagai tempat istirahat para pengunjung.
6. Langgar Alit, digunakan sebagai tempat ibadah dan kegiatan keagamaan oleh keluarga Sultan. Di Anjungan berfungsi sebagai tempat istirahat pengunjung.
7. Sri Menganti, bangunan ini merupakan ruang tunggu bagi para tamu sultan. Fungsi di Anjungan sebagai kantor Tata Usaha Anjungan Jawa Barat.
8. Lunjuk, fungsi aslinya digunakan sebagai tempat penjaga yang bertugas melayani tamu yang akan menghadap Sultan. Disini digunakan sebagai kantor Kepala Balai Pengelolaan Anjungan Jawa Barat
9. Rumah Adat, yaitu rumah tradisional Jawa Barat berbentuk panggung berdinding bambu.
10. Kaputren, yaitu bangunan tempat tinggal putri - putri Sultan. Di Anjungan berfungsi sebagai ruang kerja Seksi Informasi dan Promosi
11. Jinem Arum, dipergunakan sebagai ruang pertemuan keluarga Sultan. Di Anjungan Jawa Barat digunakan sebagai kantin.
12. Kaputran, yaitu bangunan tempat tinggal para Putra Sultan. Adapun fungsi di Anjungan Jawa Barat digunakan sebagai Wisma Seni
13. Panggung Kesenian, tempat pementasan pergelaran kesenian daerah Jawa Barat