Untitled Document
Untitled Document

 # Home

 # Profil

       Selayang Pandang
       Struktur Organisasi
       Anjungan
       Program Kerja
       Personalia

 # Sosial Budaya

       Mata Pencaharian
       Agama
       Bahasa
       Sistem Kemasyarakatan
       Sistem Kekerabatan
       Sistem Kepemimpinan
       Tata Krama
       Pakain Tradisional
       Lagu Daerah
       Makanan Khas
       Rumah Tradisional
       Permainan Rakyat
       Cerita Rakyat

 # Wisata

       Wisata Alam
       Wisata Budaya
       Wisata Rekreasi
       Wisata Sejarah
       Wisata Minat Khusus
       Wisata Lainnya

 # Kesenian

       Seni Suara
       Seni Tari
       Seni Teater
       Seni Lukis
       Seni Ukir
       Seni Sastra

 # Upacara Adat

       Upacara Daur
       Hidup Manusia
       Upacara Adat
       Bertani
       Upacara Adat
       Keagamaan
 # Agenda
       Rutin
       Khusus
 # Galery
       Video
       Photo
# Data
       Pengrajin
 

Warning: include(inc.cuap.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /home/anjjabar/public_html/Sistem kekerabatan.php on line 51

Warning: include() [function.include]: Failed opening 'inc.cuap.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/anjjabar/public_html/Sistem kekerabatan.php on line 51
Untitled Document

System Kekerabatan Masyarakat Sunda

Sistem kekerabatan orang Sunda bersifat parental atau bilateral yaitu hak dan kedudukan anggota keluarga dari pihak ayah maupun dari pihak ibu sama. Orang Sunda memperhitungkan keturunannya melalui garis ayah dan juga garis ibu. Kedudukan suami-istri dalam perkawinan sama derajatnya. Hukum waris (mengenai harta benda) dilaksanakan melalui kedua belah pihak dan kedua garis keturunan.

            Berkeluarga bagi orang Sunda bukanlah hanya merupakan pertemuan antara suami dan istri, melainkan juga pertemuan antara keluarga suami dan keluarga istri. Mereka semua merupakan keluarga besar, hubungan mereka terkait karena pertalian darah yang disebut sakocoran.

            Sistem kekerabatan orang Sunda meliputi hubungan ke atas dan ke bawah sampai tujuh tingkatan serta juga ke samping. Walaupun begitu, hubungan keluarga yang dekat dan akrab hanya sampai tingkatan ketiga, karena jarang seseorang menyaksikan keturunan sampai tingkatan keempat atau lebih dan kalaupun terjadi kebanyakan sudah terpencar jauh tempat tinggalnya. Hubungan ke atas secara berturut-turut adalah : bapa–indung (ayah–ibu), akinini (kakek–nenek), buyut (cicit), bao, janggawareng, udeg-udeg dan gantung siwur. Adapun hubungan ke bawah secara berturut-turut adalah : anak, incu/putu (cucu), buyut (cicit), bao, janggawaeng, udeg-udeg dan gantung siwur.

Istilah sebutan/panggilan lain dalam sosial kekerabatan orang Sunda di antaranya :

  • Salaki/ caroge
:
suami
  • Pamajikan/bojo
:
isteri
  • Mitoha 
:
mertua (orang tua isteri/suami)
  • Besan 
:
besan (hubungan orang tua suami dan Orang tua istri)      
  • Adi beuteung  
:
adik ipar (adik suami/isteri)
  • Dahuan   
:
kakak ipar (kakak suami/isteri)
  • Mamang/emang/paman  
:
paman  (adik ayah/ibu/mertua laki-laki)
  • Bibi/embi
:
bibi (adik ayah/ibu/mertua wanita)
  • Ua
:
uwak (kakak ayah/ibu/mertua)
  • Adi/rayi
:
adik/saudara  sekandung jika usia lebih muda
  • Lanceuk/kaka
:
kaka (saudara sekandung  jika  usianya lebih tua
  • Alo
:
keponakan (anak adik)
  • Suan
:
keponakan (anak kakak)
  • Dulur misan/dulur sabrayna
:
sepupu ( hubungan anak kakak dengan anak adik atau sebaliknya, dengan kedudukan se-bagai kakak atau sebaliknya sebagai adik       
  • Kapi adi
:
adik sepupu
  • Kapi lanceuk / Dulur Misan / Mindo / Dulur
:
kakak sepupu
  • Sabrayna Mindo
:
hubungan cucu kakak dengan cucu adik atau sebaliknya

Pemeliharaan hubungan kekerabatan di desa lebih intensif daripada di kota , hal itu dilakukan melalui penyelenggaraan upacara tradisional seperti yang bertalian dengan daur hidup tingkeban, maupun , sunatan, perkawinan, Kematian dan kegiatan gotong royong (membangun rumah, membangun sawah/ladang dan lain-lain). Sedangkan di kota melakukan pula pembinaan hubungan kekerabatan yang intensif melalui perkawinan dan pembentukan organisasi. Mereka berusaha menikahkan putra-putrinya dengan sesama anggota keluarga mereka. Adapun organisasi yang didirikan oleh mereka merupakan ikatan/kumpulan warga asal daerahnya (seperti Wargi Bandung, untuk kalangan menak asal Bandung atau yayasan Pakuan untuk kalangan menak asal Bogor).

Dalam hal mencari pasangan hidup, stratifikasi sosial bagi orang Sunda sangat berpengaruh. Umumnya dalam mencari pasangan hidup orang Sunda memilih orang yang sederajat tingkatan sosialnya dan keturunannya. perkawinan yang tidak sederajat tingkatan sosialatau keturunannya akan menyebabkan timbulnya masalah yang tidak baik bagi yang bersangkutan, keluarga dan lingkungan mereka. Jika dulu orang tua lebiah berperan memilih jodoh untuk anak mereka, selanjutnya secara berangsur-angsur anak sendirilah yang lebih menentukan pilihan pasangan hidupnya.

 
Untitled Document
 


google anjjabar
Untitled Document
 


 
Untitled Document

Pusat Informasi dan Promosi Pariwisata dan Budaya Jawa Barat
Copyright © All rights reserved by Balai Pengelolaan Anjungan Jawa Barat
E-Mail : info@anjjabar.go.id