Untitled Document
Untitled Document

 # Home

 # Profil

       Selayang Pandang
       Struktur Organisasi
       Anjungan
       Program Kerja
       Personalia

 # Sosial Budaya

       Mata Pencaharian
       Agama
       Bahasa
       Sistem Kemasyarakatan
       Sistem Kekerabatan
       Sistem Kepemimpinan
       Tata Krama
       Pakain Tradisional
       Lagu Daerah
       Makanan Khas
       Rumah Tradisional
       Permainan Rakyat
       Cerita Rakyat

 # Wisata

       Wisata Alam
       Wisata Budaya
       Wisata Rekreasi
       Wisata Sejarah
       Wisata Minat Khusus
       Wisata Lainnya

 # Kesenian

       Seni Suara
       Seni Tari
       Seni Teater
       Seni Lukis
       Seni Ukir
       Seni Sastra

 # Upacara Adat

       Upacara Daur
       Hidup Manusia
       Upacara Adat
       Bertani
       Upacara Adat
       Keagamaan
 # Agenda
       Rutin
       Khusus
 # Galery
       Video
       Photo
# Data
       Pengrajin
 
 
Untitled Document

Rumah Tradisional Masyarakat Sunda

Rumah bagi masyarakat Jawa Barat selain berfungsi untuk tempat tinggal juga sebagai tempat aktifitas keluarga dalam berbagai segi kehidupanyang sarat dengan nilai - nilai tradisi. Bahkan berdasarkan hal tersebut maka peranan rumah menurut masyarakat orang Sunda adalah tempat diri jeung rabi (keluarga dan keturunan), serta tempat memancarnya rasa, karsa dan karya. Tempat berlindung dari terik matahari, hujan dan udara dingin. Pada umumnya rumah adat sunda disebut dengan rumah panggung dinamai demikian karena posisi rumah melayang di atas permukaan tanah yang diberi tumpuan terbuat dari batu kali dan ditopang oleh beberapa pondasi tumpuan tersebut disebut wadasan, titinggi, umpak, tatapakan dengan ketinggian sekitar 40 s/d 60 cm. Ruang tanah dangan pondasi rumah disebut kolong imah (kolong rumah), kolong rumah dibuat sedemikian rupa dengan maksud tertentu diantaranya untuk menyimpan kayu bakar dan paranje untuk ternak ayam dan sebagainya.

Ruangan-ruangan yang ada pada bangunan rumah tradisional pada umumnya terdiri atas Tepas (ruang depan), tengah imah (ruang tengah/ruang keluarga), pangkeng (kamar tidur), pawon (dapur), goah/padaringan (tempat menyimpan beras) dan kamar cai (kamar mandi).

Bentuk rumah panggung bagi masyarakat Sunda memiliki makna yang mendalam tentang pola keseimbangan hidup dimana harus selarasnya antara hubungan vertikal (interaksi diri dengan Tuhan) dengan hubungan horizontal (interaksi diri dengan lingkungan alam semesta) manifestasi ini nampak dari bangunan rumah yang tidak langsung menyentuh tanah.


Adapun pada umumnya bentuk rumah panggung ini memiliki fungsi dan tata ruang yang sama namun apabila dilihat dari bentuk atap dan pintu masuknya memiliki nama yang berbeda, diantaranya :
A. Bentuk atap :
1. Julang ngapak (burung yang sedang mengepakkan sayap).
Bentuk atap julang ngapak adalah atap yang melebar dikedua sisi bidang atapnya, jika dilihat dari arah muka rumahnya bentuk atap demikian menyerupai sayap burung julang

 
Untitled Document
 


google anjjabar
Untitled Document
 


 
Untitled Document

Pusat Informasi dan Promosi Pariwisata dan Budaya Jawa Barat
Copyright © All rights reserved by Balai Pengelolaan Anjungan Jawa Barat
E-Mail : info@anjjabar.go.id