AGAMA DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT JAWA BARAT
Sejarah orang Sunda di bidang keagamaan dan kepercayaan pada dasarnya mengalami empat periode, yaitu masa animisme & dinamisme, masa pengaruh Hindu, masa pengislaman dan masa pengaruh agama Katholik & Protestan yang dibawa oleh para penjajah selama kurang lebih tiga abad di tanah air kita. Pengaruh pandangan masa pra Islam mungkin masih terdapat dalam cara hidup orang Sunda yang sekarang kebanyakan beragama Islam. Umpamanya banyak sekali pamali/cadu (tabu), yaitu larangan-larangan yang diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya, yang bila dilanggar akan membawa akibat bagi pelanggarnya. Di samping itu percaya pada perhitungan-perhitungan waktu (petangan atau palintangan), untuk melakukan sesuatu yang penting, misalnya menentukan waktu pernikahan, pindah rumah, bepergian, menentukan jodoh, mencari barang hilang, memberi nama bayi dan lain-lain. Masih ada orang Sunda yang percaya tahayul, makhluk halus, santet atau teluh dan sebagainya terutama orang-orang di pedesaan.
Sejak sekitar abad ke-15 agama Islam menjadi agama yang dipeluk oleh orang Sunda. Pengaruh agama Islam dalam kehidupan masyarakat Sunda sangat besar. Sekitar kurang lebih 98 % dari jumlah penduduk Jawa Barat tercatat sebagai pemeluk agama Islam, sisanya tercatat sebagai pemeluk agama Katholik, Kristen, Budha dan agama/kepercayaan lainnya. |