KEGIATAN KHUSUS

 

Beberapa kegiatan khusus yang telah diselenggarakan pada Balai Pengelolaan Anjungan Jawa Barat di Taman Mini “Indonesia Indah” dan tempat-tempat lain, antara lain :

 

PENERIMAAN PENGHARGAAN UNTUK PROPINSI JAWA BARAT

  

Dalam berbagai kegiatan, khususnya di DKI. Jakarta Anjungan Jawa Barat selalu ikut berperan, diantaranya adalah mengikuti kegiatan penerimaan penghargaan dari Departemen Dalam Negeri untuk Propinsi Jawa Barat

  
 

KUNJUNGAN ANGGOTA DPR RI ASAL JAWA BARAT DAN DKI

Anjungan Jawa Barat TMII disamping tempat pementasan kesenian juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang bersifat santai, diantaranya untuk para anggota DPR RI asal Jawa Barat dan DKI. Jakarta yang karena kepenatan mengikuti kegiatan resmi, baik di dalam gedung maupun kunjungan ke daerah dengan bersilaturahmi serta  menyaksikan berbagai kemasan  kesenian

  

KESENIAN PADA WEST JAVA NIGHT

Di sektor promosi pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat juga memanfaatkan peluang di ibu kota, Anjungan Jawa Barat berperan aktif untuk kegiatan ini, baik dalam pementasan kesenian penataan pameran maupun bidang keprotokolan lainnya

 
 

KEGIATAN PASUNDAN ISTERI

 

 

Pasundan Isteri adalah salah satu berbagai organisasi masyarakat Jawa Barat di Jakarta yang sering menggunakan sarana dan prasarana yang tersedia di Anjunan Jawa Barat TMII untuk mengadakan kegiatannya, diantaranya adalah peringatan 100 tahun pejuang wanita Dewi Sartika dan Halal Bihalal

 

 
 

PENGISIAN ACARA BRUK BRAK (TRANSPARAN) DI TVRI BANDUNG



Pembahasan Anjungan Jawa Barat sebagai jendela promosi seni, budaya dan wisata pada acara brukbrak di TVRI Bandung

 

PROMOSI DAN PENJUALAN

JEANS DARI KOTA BANDUNG

 

Melimpahnya pengunjung merupakan pasar yang menjanjikan, tidak jarang perusahaan-perusahaan yang menfaatkan peluang ini, satu diantaranya adalah asosiasi pengusaha jeans dari Bandung , kondisi ini sangat menarik karena promosi dan penjualan dilaksanakan berbaur dengan pengunjung dari berbagai lapisan masyarakat


PESONA BUDAYA JAWA BARAT

 

Sesekali Anjungan Jawa Barat juga mempergelarkan kesenian khusus yang menampilkan artis ibu kota dengan undangan yang tidak terbatas

 

PERGELARAN KECAPI LAWAK

SELINGAN PARADE LAGU DAERAH TMII

Kepiawaian seni pertunjukan dari seniman Jawa Barat tidak jarang ditampilkan dalam event tertentu, salah satunya adalah pertunjukan kecapi lawak sebagai selingan pada Parade Lagu Daerah TMII yang memberi nuansa tersendiri dengan sentuhan jenaka yang khas Jawa barat


 

FESTIVAL LAWAK TMII

 

Berbagai festival yang diselengarakan oleh Manajemen TMII juga diikuti oleh sanggar-sanggar kesenian yang berasal dari Jawa Barat, salah satunya adalah penyelenggaraan festival lawak yang dilaksanakan di areal TMII


BERBAGAI KEGIATAN DARI LEMBAGA LAIN 

 

Peringatan Hari Anak Nasional yang dikoordinasikan oleh Panitia Pusat dengan menampilkan berbagai kegiatan anak-anak

 

Rombongan organisasi wanita memanfaatkan panggung kesenian untuk mengadakan acara 

 

 

Reuni Sekolah Menengah Atas Negeri I Bandung 

 
 

HUT NASIONAL PRAMUKA KE 43  TAHUN 2004

 

Pementasan 100 orang kendang rampak pada peringatan HUT Pramuka tahun 2004 di Cibubur Jakarta Timur yang dihadiri oleh Ibu Presiden Megawati Sukarnoputri, beserta para Menteri, Gubernur seluruh Indonesia dan undangan lainnya terutama YM. para duta besar negara sahabat di Jakarta.

 

 KESENIAN TRADISIONAL HELARAN

 

3 Nopember 2001 pementasan kesenian tradisional helaran di Tugu Api Panca Sila TMII yang diikuti oleh 12 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

 

Dalam khasanah kesenian rakyat Jawa Barat dikenal adanya seni helaran. Seni helaran atau arak-arakan termasuk ragam kesenian yang bersifat atraktif yang biasanya melibatkan relatif banyak orang yang lazimnya dipertunjukkan pada acara prosesi atau seremonial yang mengandung unsur-unsur hiburan.

 

Di Propinsi Jawa Barat, daerah-daerah tertentu mempunyai seni helaran dapat pula berfungsi untuk menggambarkan atau mengetahui identitasnya. Dengan mempergelarkan seni helaran, selain akan membina dan melestarikan seni tradisional juga dapat meningkatkan apresiasi seni dikalangan masyarakat. Hal ini sejalan dengan salah satu fungsi Anjungan Jawa Barat di Taman Mini “Indonesia Indah” yakni turut berperan dalam melestarikan, membina dan mengembangkan seni budaya Jawa Barat, disamping sarana informasi dan promosi kepariwisataan Jawa Barat.

 

 Kabupaten Bogor

Ngarak Panganten

 

Pernikahan adalah suatu peristiwa yang sangat sakral dan lazim terjadi di lingkungan masyarakat. Arak-arakan pengantin menjadi suatu tradisi atau budaya khususnya di Kabupaten Bogor yang maksudnya sebagai suatu pemberitahuan kepada masyarakat bahwa pasangan pengantin telah resmi menjadi suami istri.

 

Kabupaten Subang

Gotong Singa

Nilai filosofis yang terkandung dalam kesenian Gotong Singa terlihat pada anak sunat penunggang sisingaan, melambangkan pesan para karuhun masyarakat Subang agar penderitaan, kesengsaraan masyarakat Subang pada jaman penjajahan Belanda kelak akan berakhir setelah anak cucu sebagai generasi penerus dapat menjinakan singa-singa, lambang angkara murka atau penjajah.

  

 

Kabupaten Garut

Surak Ibra

Berdiri tahun 1910 di Kp. Sindang Sari Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut. Diciptakan oleh Rd. Djadja Diwangsa, kesenian ini merupakan sindiran tidak setuju terhadap pemerintah Belanda yang pada saat itu bertindak sewenang-wenang. Dengan tujuan memupuk masyarakat supaya bersatu untuk mempunyai pemerintahan sendiri dengan cara bergotong royong.

 

Kabupaten Kuningan

Angklung Buncis

 

Angklung Buncis dan Tari Buyung disajikan dalam acara Helaran. Biasanya digunakan pada saat Seren Tahun di daerah Cigugur Kabupaten Kuningan.

Angklung merupakan alat musik yang sudah sangat lama dipakai sebagai alat prosesi atau upacara sedangkan tari buyung mempunyai makna asimbolis bahwa dimana bumi dipijak disana langit dijunjung.

 

Kabupaten Karawang

Enggrang

Seni Enggrang yang mempunyai pengaruh budaya China mulai berkembang didaerah Kabupaten Karawang tahun 1960 bentuk enggrangnya terdiri dari ukuran 1 m, 2m dan 3 m, seni enggrang ini berkembang sebagai suatu pertunjukan dengan diiringi berbagai alat musik tradisional Jawa Barat.

 

Kabupaten Sumedang

Kuda Renggong

 

 

Merupakan kesenian tradisional dari Kab. Sumedang biasanya digunakan untuk mengarak penganten sebelum disunat. Sebagai pemberitahuan kepada masyarakat bahwa penunggang Kuda renggong ini akan segera disunat biasanya dibaw aberkeliling kampung dengan diiringi alat musik dan kudanya dapat menari mengikuti irama musik.

 

Kota Bogor

Pesta Panen

Merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME dan rasa kegembiraan masyarakat petani khususnya di kota Bogor, masyarakat petani membawa hasil panen mereka dari swah atau ladang diarak mengelilingi kampung dengan diiringi berbagai jenis alat musik selain itu para petani menari dan bernyanyi mengikuti  arak-arakan itu.


 

Kabupaten Tasik

Angklung Sered

Merupakan bentuk permainan instrumen tradisional yang berupa angklung permainannya diatur sedemikian rupa seolah–olah terjadi pertarungan dua kelompok pemain angklung masing-masing dipimpin oleh seorang dalang yang menabuh dogdog ukuran kecil, hal ini sebagai gambaran betapa sepak terjang bangsa dalam merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan khususnya di Kabupaten Tasikmalaya. Suara Dogdog bertalu-talu serta gema angklung rang reang dan saheng diiringi gerakan-gerakan para penabuhnya merupakan tontonan yang sangat menarik.

 

 

Kabupaten Bandung

Badawang

 

Adalah Bentuk kesenian yang biasanya ditampilkan pada saat memriahkan anak yang dikhitan gunanya untuk memeriahkan dan menggembirakan anak sunat pada penyajiannya kesenian ini diiringi juga oleh para penari permainan pencak silat dengan iringan alat musik atau gamelan.


Kabupaten Sukabumi

Parebut Seeng

Berasal dari Desa Kutajaya Kecamatan Cicurug Kab. Sukabumi. Dengan dilatarbelakangi pesialat-pesilat yang tangguh dari kampung Cimande.  Arak arakan rombongan pesilat dari Kampung Cimande menuju Kampung Kuta dengan tujuan untuk sebagai syarat sayembara untuk mempersunting seorang gadis  dari Kp. Kuta biasanya pesilat Cimandelah yang  selalu memenangkan sayembara itu.

 

Kabupaten Cianjur

Seni Tradisional Rengkong

 

Merupakan alat untuk memikul padi yang terbuat dari bambu, alat pikul tersebut dikembangkan menjadi rengkong dengan memberi lubang suara pada pikulan yang bergesekan dengan tali yang terbuat dari tambang ijuk dengan tujuan untuk menggairahkan pemikul agar terasa capai, pada pertujukan ini padi dipikul dengan beberapa jumlah rengkong yang diiringi dengan seni umbul-umbul dan alat musik.

 


 

Kabupaten Cirebon

SENI BUROQ

Kabupaten Cirebon merupakan wilayah yang pertama mengembangkan agam aIslam didaerah Jawa Barat dalam penyebarannya selain melalui syi`ar da`wah juga melalui kesenian dalam hal ini seni Buroq diangkat sebagi alat untuk lebih meningkatkan kecintaan terhadap ajaran agama Islam. Buroq berarti cahaya yang diwujudkan dalam bentuk binatang sebagai alat untuk naik ke langit ketujuh “Sidratul Muntaha” ketika Nabi Muhammad ber Isra Mi’raj, kesenian inidiiringi oleh alat musik Genjring.


 

PERGELARAN

OPERA SANGKURIANG

 

Tempat pergelaran di Gedung Pertunjukan Teater Tanah Airku Taman Mini “Indonesia Indah”.

Pelaksanaan dipergelarkan pada :

Hari                  :  Senin, Rabu dan Jum’at

Tanggal            :  22, 24 dan 26 Oktober 2001

Pukul                :  20.00 WIB.

 

Pergelaran Opera Sangkuriang tidak dimaksud sebagai karya tandingan tapi lebih kepada pencarian visi moral yang inovatif berdasarkan pada budaya negeri sendiri.

Adalah Gedung Teater Tanah Airku TMII, sebuah gedung pertunjukkan kebanggaan Bangsa Indonesia, disini terdapat sarana pertunjukkan dengan sistim teknologi mutahir.

Sebut saja sistim hidrolik, dimana peran dalam alur ceritera pada saat pertunjukkan dapat muncul dan tenggelam dalam perut bumi, atau peran manusia yang dapat terbang melayang dengan bantuan sistim sling, sampai kepada tampilan efek multi media/lighting yang dapat memperkaya kecanggihan seni pertunjukkan modern; terdorong hal tersebut di atas serta dibarengi dengan kepedulian dan rasa memiliki akan nilai  budaya yang berakar  dari  seni  tradisi Jawa Barat yang sudah   puluhan   tahun  berkiprah  disudut seni budaya Anjungan Jawa Barat Taman Mini Indonesia Indah mempergelarkan Opera Sangkuriang.

 

 

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa bangsa Indonesia pada era globalisasi. Bangsa Indonesia akan terus menjawab tantangan globalisasi melalui pembangunan disegala bidang dan mencakup seluruh lapisan masyarakat.

Seiring dengan itu, khasanah kesenian Jawa Barat berkembang dengan baik dan dapat mewujudkan kualitas dan kuantitasnya sebagai dampak positif  berkembangnya globalisasi tersebut.

 
 

Sangkuriang, sebuah legenda yang tidak saja dikenal oleh masyarakat Jawa Barat, tetapi juga oleh masyarakat luas.

Keindahan dan sosok Gunung Tangkubanparahu di utara kota Bandung menyimpan ceritera yang turun temurun.

Sudah tak terbilang budayawan, penulis berkarya dalam bentuk media pertunjukkan maupun bertutur dalam tulisan-tulisan dengan versinya masing-masing.

Kemudian orang mulai rindu akan legenda Sangkuriang ini untuk dapat disaksikan dalam sebuah pergelaran yang layak ditonton oleh semua umur dan sebagian besar lapisan masyarakat.

 

Foto bersama pendukung Opera Sangkuriang

SINOPSIS

 

Alkisah peristiwa terjadi berawal dengan berkobarnya perang, saling menaklukan antara siapa yang menjadi raja kecil dan siapa yang menjadi raja besar, untuk menuju puncak kekuasaan. Dan para dewa belingsatan, panik, berbagai cara ditempuh untuk menghentikan peperangan itu, tapi angkara murka, keserakahan, ambisi manusia sudah kebablasan dan kekuasaan-lah menjadi targetnya.

 

Dikala itu ada seorang anak dan seorang wanita yang sedang tengah berada di suatu hutan belantara. Kejadian ini lalu dilaporkan para dewa pada raja dewanya. bahwa diantara makhluk manusia yang tengah berperang ada dua insan yang memiliki spesifikasi khusus. Ciri  ada dua insan yang memiliki spesifikasi khusus. Ciri pertama si wanita meski dalam penderitaan, nuraninya bening, terpancar dari wajahnya yang bercahaya bagai 1000 bulan. Ciri kedua si anak tampak tangkas dan lincah, serta diatas kepalanya ada cahaya berbentuk pusaka kujang, diduga anak itupun masih titisan Raja mungkin juga Dewa.

 

Raja Dewa mengutus sepasang Dewa menyelamatkan kedua insan itu. Dewa pertama turun ke bumi menyelamatkan anak itu, menjelma menjadi Tukang Kayu, yang kelak menjadi ayah angkatnya. Dewa kedua menyelamatkan sang wanita menjelma menjadi Ibu Tua Penjual Serabi, yang kelak menjadi Ibu angkatnya.

namun, siapa sesungguhnya anak yang tangkas itu ?

siapa wanita berwajah 1000 bulan ? dan bagaimana nasib mereka kemudian ?

 

Pergelaran ini didukung oleh tidak kurang dari 70 seniman seniwati yang terdiri dari :

Teater Koma, Jakarta; STSI, Bandung; Aria Biangkit, Jakarta; Miss Tjitjih, Jakarta;  Barata, Jakarta; Univertistas Nasional Jajakrta (IKIP), Jakarta dan Diklat Kesenian Anjungan Jawa Barat TMII.

 

PERGELARAN OPERA PURNADRAMA

CIUNG WANARA

 

Gedung pertunjukan Teater Tanah Airku TMII, 2 Nopember 2002.

Tema Pergelaran : Melalui pergelaran Opera Purnadrama “Ciung Wanara“ turut membangun dan memperkaya khasanah seni budaya Jawa Barat sekaligus membina masyarakat penonton dalam motto : Silih Asih,Silih Asah, Silih  Asuh.

Pergelaran yang didukung oleh teknologi, baik layar lebar, tata suara dan multi media dengan sistim dubing, dimana kualitas suara (audio) sangat memadai sehingga walaupun pergelaran mencapai lebih dari 2 jam tidak seorang penontonpun yang meninggalkan ruangan

 

Kaulinan urang lembur, salah satu seni tradisi yang ditampilkan oleh anak-anak siswa-siswi Diklat Kesenian Anjungan Jawa Barat TMII

 

 

Yang muda, dan yang senior sebagai pendukung acara Opera Purnadrama Ciung Wanara

 

Bapak Agum Gumelar beserta Ibu menyampaikan ucapan selamat kepada Penanggung Jawab pergelaran


 

Sumber Ceritera : Ceritera atau lakon yang diangkat dalam Opera Purnadrama “Ciung Wanara“ ini merupakan cerita yang bersumber dari khasanah cerita Jawa Barat, kemudian dilakukan penyusunan kembali naskah baru dalam  bentuk versi berdasarkan keabsahan data serta penelitian dari berbagi sumber yang memungkinkan sesuai dengan kebutuhan pertunjukan.

Bentuk Pergelaran : Bentuk pergelaran yang diangkat dari cerita Opera Purnadrama “Ciung Wanara“ ini adalah dalam bentuk  Opera Purnadrama atau dengan sebutan lain Teater Total Plus yang lebih dominan pada aspek gerak–lagu–gending dan perupaan serta efek-efek visual lainnya guna terciptanya sebuah repertoar yang menjanjikan.  Opera  Purnadrama “Ciung Wanara“ adalah model  tontonan dan tuntunan serta hiburan yang disajikan  dalam bentuk pertunjukan panggung atau langsung (Live)  dimana di dalamnya mengandung tuntunan (informasi) yang dijalin oleh sebuah lakon dengan bahasa  penyampaian Bahasa Sunda yang dominan Bahasa  Indonesia dikemas dalam bentuk Opera Purnadrama yang di dalamnya mengandung unsur-unsur artistik pemanggungan yang berakar dari idiom-idiom seni tradisional dan gabungan  musik diatonis serta bersifat  teateral.

 

SINOPSIS

 

Ciung Wanara adalah salah satu cerita yang diangkat dari  legenda Jawa Barat, bertemakan tentang perebutan tahta kerajaan (Galuh Pakuan Pajajaran).

Mengisahkan kisah kasih Sang Raja (Barma Wijaya) yang memiliki dua istri (Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep) berdampak tragis terhadap Dewi  Naganingrum yang diketahui tengah mengandung oleh Dewi Pangrenyep (istri selir raja) dan kemudian melakuksn tipu daya terhadap Raja bahwa Sang Bayi yang dilahirkan Naganingrum adalah seekor Anjing yang sangat memalukan Raja apabila diketahui oleh  masyarakat Kerajaan  Galuh.

Akhirnya atas titah Raja sang bayi harus dimusnahkan.

Ternyata jabang bayi tersebut dihanyutkan kesebuah sungai oleh Mamang Lengser. Waktu berselang dan ragapun berubah; sang jabang bayi ditemukan didalam Kandaga bersama sebutir telur ayam, kemudian diasuh  oleh Nini dan Aki Balangantrang dengan nama Ciung  Wanara yang diambil dari nama seekor burung (Ciung) dan kera (Wanara). Ciung Wanara kini telah dewasa dan badannya sembada bagaikan perjaka berurat kawat  berbalung besi berteman seekor ayam jantan tetasan  butir telur bawaannya.

 

Pergelaran ini didukung oleh tidak kurang dari 100 seniman seniwati yang terdiri dari :

PST Alumni ASTI/STSI Bandung, SMK N (SMKI) 10 Bandung Miss Tjitjih dan Diklat Kesenian Anjungan Jawa Barat TMII.